Bahasa Inggris sebagai daily routine

Ada beberapa mata pelajaran yang saya wajibkan untuk anak-anak yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Matematika. Alasan utama saya karena natur dari mata pelajaran ini membutuhkan pengulangan dan fondasi yang kuat yang dibutuhkan di mata pelajaran lain. Alasan ini pun didukung oleh pemerintah Indonesia yang menekankan pada kemampuan literasi dan numerasi.

Saya mencoba mendokumentasikan sebagian apa yang anak-anak kerjakan dalam semester ini.

Ada beberapa aspek yang mereka harus pelajari

1. Spelling & Phonogram 

Kami menggunakan materi dari Reading Lessons Through Literature (RLTL). Bahan ini menyediakan phonogram yang harus anak-anak hafal, kata-kata yang harus dipelajari dan bacaan. Biasanya kata-kata yang dipelajari hari itu dipakai di dalam bacaannya. 

Tiap hari anak-anak belajar mendengarkan kata-kata dan menuliskannya dalam buku mereka. Joey 15 kata dan Gossie 10 kata per hari. 

Evaluasi (s/d June 2021)

Joey dapat menghafal semua multi-letter phonogram dan menyebutkan multi-letter phonogram yang sering digunakan dalam kata-kata dengan benar. 

Gossie masih menghafal multi-letter phonogram dan menebak multi-letter phonogram yang digunakan dalam kata.

Spelling Joey dan Gossie

2. Reading

Anak-anak membaca 1 cerita singkat sekitar 1-4 halaman setiap hari dari materi RLTL. Satu hal yang saya perhatikan, setiap anak-anak naik level, bacaan semakin panjang dan tulisannya semakin kecil. Ketika mereka mulai level 1 besar huruf sekitar 1 cm, namun di level 3 sudah berkurang menjadi 0,5 cm. 

Evaluasi (s/d Juni 2021)

Joey dapat membaca cerita-cerita dari Elson Reader level 3. Sound ed, s, t di belakang kata sering tidak disebutkan dan masih harus diingatkan. Joey cenderung ngebut di akhir-akhir karena ceritanya panjang.

Gossie dapat membaca cerita-cerita dari Elson Reader level 2. Sound ed, s, t di belakang kata sering tidak disebutkan dan masih harus diingatkan. 

Recording reading Joey dan Gossie 

3. Narration

Saya bacakan anak-anak cerita-cerita klasik seperti Aesop's fable, the tale of Beatrix Potter, Blue Fairy Tale karya Andrew Lang, Pinocchio, Five Children and It karya E. Nesbit. 

Mereka biasanya membuat narasi dalam bentuk verbal atau gambar setelah mendengar cerita. Terkadang saya minta mereka merekamnya lalu saya ketik narasi mereka.

Evaluasi (s/d June 2021)

Joey dapat menangkap keseluruhan ceritanya dan menggambarnya dengan cukup detil. Saya melihat progress yang cukup baik dari Joey selama 1 tahun terakhir. Dari yang gambarnya simple dan cenderung tidak berbentuk sampai ke yang lebih detil. Saya coba bandingkan narasi bergambar Joey tahun lalu dan tahun ini.

Narasi Joey 26 Juni 2020


Narasi Joey 9 Feb 2021


Gossie sering membuat akhir cerita yang berbeda dengan cerita aslinya. Kemungkinan karena kemampuan atensinya masih pendek. Solusi yang sempat dicoba adalah membagi keseluruhan cerita menjadi paragraf-paragraf pendek sehingga Gossie dapat menangkap keseluruhan cerita. Saat ini Gossie dapat menarasikan cerita setengah halaman A4. Semoga ke depannya lebih baik.

Narasi Joey dan Gossie 


4. Copywork

Anak-anak belajar tentang penggunaan punctuation mark dan contraction (untuk Joey) term ini melalui copywork. 

Evaluasi (s/d Juni 2021)

Tulisan Joey lebih rapi dan dia berinisiatif menulis copyworknya dalam huruf cursive.

Gossie sedang belajar menulis alfabet dalam huruf cursive. Copywork Gossie cenderung tergantung mood. Kalo sedang mau cepat-cepat, tulisannya menjadi besar-besar dan tidak rapi.

Copywork Joey dan Gossie






Comments

Popular posts from this blog

FAITH (3 -10 Oktober 2021)

Ketaatan lewat Paskah di tahun 2021