FAITH (3 -10 Oktober 2021)
3 Oktober 2021
Joey seorang pemenang hari ini. Dia ditegur oleh ayahnya dan diberi konsekuensi tidak boleh pegang tab selama seminggu dan dia menerimanya serta meminta maaf kepada ayahnya.
Gossie 2 kali bertindak selfish hari ini, mau rebut bantal dan gak share remote control, Joey lagi main piano, ketika pergi sebentar, Gossie langsung merebut tempat di piano.
Joey dan Gossie bekerja sama membereskan mainan di luar, mengembalikan tangga, dan menutup pintu pagar.
Saya membuat es teler utk snack. Kebetulan ada alpukat dan nangka. Tinggal cari degan. Dicampur dengan homemade SKM. Selesai... yummy!
Diskusi CMid malam ini membuatku merefleksikan ulang tentang metode CM yang selama ini kulakukan. Topik malam itu tentang salah satu instrumen pendidikan yaitu atmosfer. Saya selama ini terlalu terpaku akan kurikulum CM yang kami pakai (AO) padahal CM bilang 9/10 pendidikan anak terletak pada atmosfer, baik barang maupun orang2 yang ada di dalamnya. Saya mencoba mengamati atmosfer yang ada di rumah selama seminggu ini
4 Oktober 2021
Dari buku Fifty Famous Stories Retold, cerita Cornelia's Jewel menyentuh hati saya ketika Cornelia mengatakan bahwa anak-anaknya lah perhiasan paling berharga dibandingkan dengan perhiasan batu-batu berharga. Cornelia menghias kepalanya bukan dengan mahkota / perhiasan melainkan dengan rambut yang dikepang. Cerita ini menginspirasi saya untuk mengepang rambut Gossie.
2 buku lain yang dibaca anak-anak: Aesop's Fable dan Shakespeare: Midsummer Night's Dream
Saya bersyukur adanya asisten rumah tangga yang mulai bekerja di rumah minggu ini. Selama 4 bulan saya tangani anak-anak dan rumah, berat sekali rasanya. Meskipun sudah lebih bisa dihandle dibanding tahun lalu, tapi jujur ada hal-hal yang tidak bisa terpegang, seperti bersihin kebun dan area di belakang rumah. Saya cuman bisa mengerjakan apa yang dibutuhkan sehari-hari.
Kelas musik mulai coba offline 1x sebulan. Anak2 masih slow untuk persiapan pergi.
1 jam kelas bsf, saya senang, setidaknya bisa lepas gak ngomongin anak2. Saya nangis di akhir kelas karena menyadari kalo Tuhan itu baik. Saya menyadari kalau dari dulu saya tidak terlalu membutuhkan teman, saya dengan nyaman bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Tapi Tuhan baik, di setiap fase kehidupan Tuhan sediakan kelompok kecil di mana saya bisa bersosialisasi. Sewaktu SD ada Yuliana, Yuliani, Natalia Hesty. Lalu pas SMP-SMU ada Herliana, Sherly, Libby, Novita, Philips, dkk. Sewaktu kuliah, ada teman-teman indo Hall 3, MAE, teman-teman GPBB. Sewaktu kerja pun ada beberapa org singapura yang aku bisa dekat.
Ingat waktu kecil, mama selalu khawatir akan putrinya ini dimanfaatkan orang. Dan skrng aku bisa melihat kekhawatiran mama beralasan. Beberapa ingin dekat karena saya mudah dimanipulasi untuk memberi. Kejadian pertemanan 1-2 tahun terakhir membuat saya belajar untuk fokus kepada Tuhan dan tidak lagi mencari afirmasi dari orang lain. Saya melihat juga bagaimana Tuhan mengubah hati Joey selama 1,5 tahun terakhir. Anugrah Tuhan yang sangat indah untuknya.
5 Oktober 2021
Kami sempat bernarasi tentang Benjamin Franklin dan cerita Aladdin sebelum anak-anak berArt Jam Session. Saya cukup happy dengan anak2 yang sudah mandiri mengerjakan tugasnya, termasuk Pup. Meskipun dia tidak mengerti apa yang harus dibuat, tetapi dia berkarya menciptakan sesuatu untuk dia bermain wkwk. Harusnya buat apa gitu, tapi dia mutusin buat puzzle dari gambarnya.
Saya belajar membuat rendang karena kata ayah rendang adalah makanan paling enak di dunia. tapi ya ampun bumbu nya banyak sekali.
Bumbu halus diblender dan ditumis
bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, lengkuas, jahe, pala, ketumbar, kayu manis, cabe besar buang biji
bumbu nyemplung ditumis
sereh, daun jeruk, daun salam, asam matang, cengkeh
saya campurkan kelapa parut yang disangrai dan diblender setelah selesai di sangrai.
Dagingnya saya presto 1 jam .
akhirnya jadi juga dan kami semua suka.
6 Oktober 2021
Bernarasi dari Alkitab Matius, An Island's story, dan Parables from Nature.
Saya sempat mengajarkan asisten bagamana membuat eco enzyme
Setelah kelas mandarin Gossie, saya ajak anak2 untuk berkreasi pakai water colour tentang trip kita minggu lalu ke Madura.
7 Oktober 2021
Anak-anak bernarasi cerita dari viking tales, burgess bird book, dan melakukan eksperimen dgn garam. Sedikit kacau eksperimennya tadi karena ternyata dengan perbandingan garam : air = 2:5, garam tidak dapat larut dengan baik. Saturasinya terlalu tinggi. Akhirnya saya kurangi dengan perbandingan garam:air = 1:5, baru garamnya dapat larut semua. Tapi jadi lama karena saya harus coba2 lagi. Anak-anak sempat mengaduk dengan rasio 2:5 dan gagal, akhirnya mereka tinggal karena kelamaan dan setelah saya ketemu rasio yang tepat baru saya panggil lagi dan jelaskan. Yang akan kami lihat adalah pembentukan kristal garam di suhu hangat dan suhu sejuk. Apakah ada bedanya dari segi ukuran kristal.
Malam hari saya ngobrol dengan gossie. Dia bilang "mommy, I can already sleep by myself". Clap2! You are the winner, Gossie!
8 Oktober 2021
Anak-anak bernarasi dari Paddle to the Sea dan Shakespeare. Saya beritahu anak-anak pada pagi hari bahwa saya akan ada acara dengan komunitas ibu-ibu. Joey sengaja mengulur waktu supaya dia tidak narasi. Saya melihat gelagat ini dan mengharuskan Joey menarasikannya. Joey ngambek. Saya minta dia tenang dahulu di kamarnya dan kapanpun dia siap, dia bisa datang ke saya. Saya jelaskan juga ke Joey kalau Joey jauh lebih penting dibanding dengan acara2 saya. Jadi, saya akan selalu standby untuk Joey. Bersyukurnya saya masih bisa ikut acaranya meskipun telat dan bolong-bolong.
Di kebun depan ada yang makan daun dari tanaman bunga matahari padahal baru usia seminggu, kemungkinan burung karena tidak meninggalkan jejak. Saya langsung memikirkan untuk membuat penutup bagi benin-benih ini.
9 Oktober
Saya, Gossie, dan Pup ke Bratang (Pasar hewan dan tanaman). Gossie mau memberikan tanaman bunga matahari untuk teman-teman di kelasnya.
Acara KOMPAK hari ini membuat saya berefleksi bahwa saya terlalu longgar dalam mendidik anak dan banyak memberikan pilihan. Ditambah juga saya tidak mempunyai support group yang sejalan. Akhirnya banyak kompromi dengan kepatuhan anak. Kami banyak diskusi hari ini dengan anak-anak tentang hal-hal rutin yang sebenarnya ada di rumah tapi kalo tidak diingatkan, anak-anak kadang lupa menjalankannya, seperti misalnya: tutup pintu ketika memasuki ruangan, mengembalikan piring ke dapur dan menyusunnya, duduk selama makan, dll. Saya tantang anak-anak untuk membuatnya menjadi suatu kebiasaan sehingga tanpa diingatkan mereka sudah bisa melakukannya. Dari sekian banyak list, mereka memilih untuk menutup pintu dan duduk selama makan. Konsekuensi dari tidak menutup pintu, harus menutup pintu selama 5x. Konsekuensi keluar dari meja makan selama makan belum selesai adalah tidak boleh makan lagi sampai jam makan berikutnya.
Sebelum tidur Joey sempat ngobrol dengan saya. Dia bilang mommy, you are not our master, I don't have to obey you all the times. (Terjemahan: mama, kamu bukanlah tuan saya, maka saya tidak harus selalu mentaati perintah mama). Saya tertegun sesaat sebelum menjelaskan bahwa Tuhan telah memberikan amanat kepada orang tua untuk menjadi master atas anak-anak. Jadi anak-anak tetap harus mentaati orang tua.
Comments
Post a Comment