Ketaatan lewat Paskah di tahun 2021
Paskah tahun ini kami mulai dengan menyiapkan dekorasi paskah sekitar 2 minggu sebelum Jumat Agung. Kenapa sih pakai dekorasi-dekorasi segala. Dulu saya juga berpikir dekorasi itu cuman tambahan. Tapi Tuhan kasih saya kesempatan untuk berkunjung ke rumah sahabat secara rutin 1-2 minggu sekali dan teman saya itu selalu mengganti dekorasi rumahnya sesuai dengan tema perayaan. Saya menikmati suasananya sewaktu saya duduk dan melihat dekorasi dari kerajinan tangan anak-anaknya. Sejak itu saya selalu mengganti dekorasi rumah, bukan dengan barang-barang mahal, tapi dengan hasil kerajinan tangan anak-anak dan saya.
Saya sharing tentang kasih Tuhan dan ketidakberdayaan manusia untuk keluar dari dosa lewat EvangeCube dan gambar jembatan salib Yesus lalu saya dan anak-anak berdoa agar orang lain juga boleh mengenal kasih Tuhan.
Kami lanjut dengan merayakan Passover dinner, menceritakan apa itu Passover dinner, lanjut dengan apa yang Yesus lakukan di Perjamuan terakhir. Yesus memecah roti, sharing minuman anggur, dan membasuh kaki murid-muridnya. Tahun ini tahun kedua kami melakukan Passover dinner beserta saling mencuci kaki yang menyimbolkan saling melayani sesama anggota keluarga.
Tahun ini saya ajak anak-anak untuk memikirkan dosa-dosa apa yang mereka perbuat dan minta mereka tulis di kertas. Mereka boleh lipat dan tidak perlu menunjukkannya kepada ayah atau saya. Saya ajak si kecil Pup untuk menuliskan SIN (Arti: dosa) saja dalam kertasnya. Lalu saya ajak mereka membuat salib mereka sendiri memakai ranting-ranting pohon. Jika tidak ada salib Yesus, kitalah yang harusnya ada di salib tersebut. Kami memaku kertas berisi dosa-dosa kami ke kayu salib masing-masing.
Ada sesuatu yang berbeda dengan Joey. Minggu itu dia begitu sulit diajak bekerja sama. Dia menolak mengerjakan semua tugas-tugasnya, bahkan menolak untuk ikut kelasnya. Waktu malam hari saya coba ajak dia bicara, pembicaraannya selalu berkisar tentang kesulitannya untuk bisa nurut ayah ibu. Saya menyadari betapa frustasinya dia untuk mengontrol dirinya. Akhirnya di tengah keputusasaan kami berdua, saya berkata, baiklah saya bebaskan dia untuk melakukan apapun yang dia mau selama 3 hari selama dia tidak merugikan anggota keluarga lainnya. Ada saat dia tidak makan siang, tidak ikut saat teduh pagi, dst.
Pada hari Jumat Agung, ayah membuat salib besar dari kayu basal. Sambil kami nyanyikan lagu Nothing but the blood of Jesus, kami sekeluarga memindahkan kertas-kertas tersebut ke salib Yesus (Thank God Joey mau ikut). Joey dan Gossie sempat menunjukkan isi kertasnya kepada saya. Joey menulis banyak hal yang menurut dia, dia telah melakukan kesalahan-kesalahan itu di rumah.
![]() |
| Kegiatan Paskah 2021 di rumah kami |
Di hari kebangkitan Yesus, saya sharingkan bahwa Rasul Paulus pun bergumul dengan dosa. (Roma 7:13 - 26) Dan bagaimana Rasul Paulus mendapatkan pengharapan bahwa kebangkitan Yesus dari kematian itu membawa kemenangan atas dosa-dosa kita dan juga atas kematian itu sendiri (Roma 8). Doa saya semoga Joey juga mendapatkan pengharapan bahwa Roh Kudus dalam dirinya juga turut berkarya melunakkan dan membentuk hatinya. Amin

Comments
Post a Comment