FAITH (26 September - 2 Oktober 2021)

26 September

Saya menikmati hari Minggu ini. Ayah membacakan ayat Alkitab yang akan dipakai untuk ibadah Minggu lalu anak-anak memulai ibadah mereka dengan panduan youtube. Pup masih menikmati waktu bersama saya membaca Alkitab. Kali ini ada kejadian lucu. Sewaktu saya ajak dia untuk doa tutup, saya ajak dia untuk duduk, jangan tiduran untuk berdoa. Dia menjawab "Because I want to see God" (Terjemahan: Karena aku mau lihat Tuhan). Sy tercengang, kayaknya anak saya salah tangkap kalo Tuhan hanya ada di sorga, jadi dia perlu menghadap ke atas untuk berdoa. 

Saya bersyukur Joey masih setia membantu saya membersihkan kamar mandi.

Saya ijin juga dari pertemuan diskusi kelompok CMid (Charlotte Mason Indonesia) karena flu. Besyukur hari itu kondisi saya membaik.

27 September

Saya mulai hari ini dengan rasa syukur atas penyertaan Tuhan untuk keluarga kami.

Menu makan pagi kami hari ini adalah alpukat dengan madu & coklat. Gossie khawatir kalo Joey menghabiskan coklatnya karena itu mangkok yang berisi coklat dibawa ke mana-mana. Joey tidak suka dan melaporkan hal itu kepada saya. Saya meresponi bahwa Gossie takut Joey ambil semua coklatnya. Lain kali Joey harus sering share, jangan dihabiskan sendiri. Denger hal itu, Joey ngambek, langsung masuk kamar. Saya berpikir dalam hati, hadeuuhh pagi-pagi sudah berantem. 

Saya ajak Gossie untuk minta maaf kalo sudah egois tadi. Setelah minta maaf, eh Joey masih ngambek. Saya share juga kalo setiap orang pasti berbuat salah, dan Tuhan ampuni siapapun yang mengaku bersalah. Termasuk Joey. Tuhan sudah ampuni dosa-dosa Joey. Akhirnya kami tinggalkan Joey di kamar. Bersyukur tidak lama kemudian, dia sudah keluar dan pelan-pelan moodnya mulai cair.

Homeschooling kami lebih telat 1 jam dari biasanya. Saya bacakan the story of Regulus dan How the Whale Got His Throat dan meminta mereka narasi. Bersyukur hari ini semua task selesai. 

28 September

Mulai hari dengan marah. Joey bangun pagi dan setelah mengerjakan 1 choresnya, dia pikir sudah kelar satu, nyantai, main solar robot, eh keterusan. Aku marah karena sudah 3 kali diingatkan utk simpan tapi dia tidak nurut. Konsekuensinya, robotnya kusimpan di kantong plastik. Aku salah krn seharusnya gak perlu emosi ketika ambil barangnya. Tapi yang membuat saya amaze. Joey tetap kalem. Dia minta maaf karena keterusan main dan melanjutkan rutin paginya. Karena Joey minta maaf, akhirnya mainan robotnya kukembalikan lagi. 

Hari ini harusnya tugas sekolahnya anak-anak ringan karena saya berencana membawa mereka ke madura. tapi ternyata kondisi berkata lain. Ketika Joey ingin merapikan bagian solar robot dengan cutter, dia melukai jarinya cukup dalam. Darah bercucuran. Awalnya saya masih tenang di meja makan mengupas telur. Lalu mulai beranjak dan cukup kaget dengan darah yang keluar. Ayah marah-marah karena Joey menggunakan cutter sambil duduk di bouncing ball. Saya mulai marah, tapi kemudian sadar, kalo saya marah itu karena saya khawatir. Lalu saya bilang ke Joey, kalo ayah dan saya ngomong dengan keras tentang hal itu karena kami khawatir. Kami sayang Joey. Dia menangis melihat darah dan lukanya. Saya lakukan P3K terhadap lukanya dan bersyukur darahnya berhenti. Joey sempat berdoa minta ampun juga ke Tuhan karena sering gak nurut sama ortu.

Ke madura batal karena saya mau observe kondisinya selama 24 jam


29 September

hari ini diakhiri dengan tangisan saya. Sejak pandemi kami stop ketemuan dengan teman-teman komunitas SB selama hampir setahun dan ketika kami ingin memulai lagi, ternyata setiap keluarga sudah punya komitmen dan prioritas masing-masing. Hal ini wajar mengingat pandemi mengubah segala sesuatunya. Saya ingat komunitas ini dibentuk bersama-sama dengan setiap anggotanya terlibat secara aktif di dalamnya, bahkan itu menjadi syarat keanggotaan. Namun, berdasarkan apa yang terjadi di beberapa bulan terakhir, setiap orang sibuk dengan komitmen masing-masing dan tidak melihat acara pertemuan SB sebagai sesuatu yang perlu diperjuangkan, maka sebenarnya esensi komunitas keluarga ini menjadi tidak ada lagi, hanya jadi tempat ibu-ibu ngobrol.

Homeschooling anak-anak tidak selesai. Joey sempat membuat scene dengan lego tentang stories of albion and brutus (sejarah Great Britain). 

kami membuat 1 bedengan dan selesai. Good job Joey dan Gossie!

30 September

Karena Kamis ini kamis minggu ke 5, kelas anak-anak diliburkan. Saya ambil kesempatan ini dengan membawa anak-anak ke bukit Jaddih, Madura. Perjalanannya cukup jauh tapi senang bisa membawa anak-anak ke alam, melihat jembatan Suramadu di atas Selat Madura yang memisahkan Surabaya dan Madura. Kami terkesima melihat betapa besarnya penambangan batu kapur tersebut.

Paginya kami menyempatkan diri membaca buku Viking Tales dan Burgess Bird Book.

1 Oktober

Saya teler hari ini karena kemarin nyetir cukup jauh. Makan siang beli rawon, malam buka GF nugget masukin di oven. Thank God saya masih bisa bacakan buku Paddle to the Sea dan Midsummer's night  dari Shakespeare, 2 buku utk Pup dan free reading untuk anak-anak besar.

Siangnya kami ada pertemuan di dalam diskusi poetry dan saya selalu bergumul karena poetry bukanlah pelajaran favorit anak-anak. Di awal semester Gossie bilang mau ikut, lalu Joey jadi ikutan. Namun setelah dijalani, mereka tidak menunjukkan ketertarikan. Mungkin karena diskusinya terlalu panjang. Masih ada 5 kali pertemuan lagi. Semoga anak-anak bisa menyelesaikannya dengan baik.

2 Oktober

Hari ini kami sempat mengerjakan crystal growth dengan anak2. Saya beli kitnya krn khawatir akan sisa zat-zat kimia berbahaya yang harus disimpan. Anak-anak antusias sekali, tidak sabar melihat crystal yang bertumbuh dari bibitnya. Mereka harus menunggu 4-7 hari utk bisa melihat pertumbuhan kristal.

Hari ini saya berefleksi tentang kebebasan anak dari materi KOMPAK. Saya sepertinya terlalu memberi kebebasan terhadap anak untuk menghindari konflik. Saya gampang sekali nyerah kalo sudah ada konflik. Kali ini saya belajar sebagai seorang ibu, saya harus konsisten dan tega ya. Konsisten terhadap apa yang sudah ditetapkan dan tega memberikan konsekuensi, Saya bersyukur suami mendukung dan ikut berperan. Kami ngobrol di meja makan dan mencoba berdiskusi apa yang sudah kami terapkan di rumah. Saya ingin membawanya ke tahap yang lebih tinggi yaitu menjadikannya sebagai satu kebiasaan. Dari sekian banyak list yang diberikan anak-anak, mereka memilih untuk belajar meminta sesuatu dengan baik, tanpa merengek sebagai satu kebiasaan. Jika mereka gagal melakukannya, konsekuensinya mereka tidak mendapatkan apa yang diminta. Mereka juga meminta ayah bundanya ikut menjalankannya. Kami setuju, tapi dengan catatan kalo kami sudah meminta dengan baik, anak harus mentaati penuh. Saya rencana menerapkan ini 7 hari, setelah itu, Joey bisa disiapkan untuk meminta banding (Appeal) dengan baik. 



 



Comments

Popular posts from this blog

FAITH (3 -10 Oktober 2021)

Ketaatan lewat Paskah di tahun 2021

Bahasa Inggris sebagai daily routine