FAITH (21 - 27 Nov 2021)
21 November
Saya senang melihat suami bisa berolahraga kembali setelah beberapa bulan vakum. Kami dating pagi ini karena anak-anak masih pada tidur ketika kami pergi lari keliling kompleks.
Gossie berjanji pada kakak sekolah minggunya untuk membuat gambar dari cerita sekolah minggunya. Sebelumnya Gossie selalu tidak mau menyelesaikan tugas sekolah minggunya. Sudah 3 minggu dan alasan yang diberikan, bosen. Saya tawarkan alternatif lain untuk gambar kasih ke kakak sekolah minggu, Gossie setuju. Saya bersyukur kakak sekolah minggunya terbuka untuk usulan ini.
Siangnya saya dan suami ada pertemuan cell group dengan teman-teman di gereja kami yang dulu. Saya sangat bersyukur Tuhan masih mengijinkan cell group ini ada meskipun anggotanya berada di berbagai negara. Hari ini yg menghadiri ada 3 keluarga di singapore (teman di persekutuan pemuda), 1 keluarga di Surabaya yaitu kami, 1 keluarga di Batam (teman saya dari TK), 1 keluarga di Auckland (teman saya waktu kuliah).
Malamnya saya memaksa anak-anak untuk cepat tidur karena banyak yg belum selesai. Sigh, ini stress yang saya buat ke diri saya sendiri yang akhirnya ditransfer ke anak-anak.
22 November
Rutin pagi masih sama, belum lanjut ke yang lainnya karena kemarin saya masih melihat Gossie taruh bajunya di ranjang, Joey meletakkan baju tidurnya di lantai. Hari ini rutin pagi msh perlu diingatkan. Gossie sangat fokus menyelesaikan sampai tugas rumah tangganya. Joey stop di rutin pagi. Setelah makan pagi dia menolak mengerjakan tugas rumah tangganya sendiri.
Saya sempat bacakan 2 buku untuk Pup, homeschooling dengan Gossie, dan baru bisa bantu Joey. Kami kerjakan bareng dan lanjut dgn homeschooling. Ada problem baru. Ternyata menurut Joey, dia senang berjalan-jalan setelah menyelesaikan satu tugas. Buat saya, dia harus duduk selesaikan semuanya baru boleh jalan-jalan. Semoga setelah ekspektasi ini diberikan, dia bisa nurut.
Ketiganya kena omel karena mereka tidak mau masuk ke rumah setelah dipanggil beberapa kali. Mereka ijin main ke luar, tapi ternyata sampai 17.30 belum balik. Saya panggil pertama kali, mereka masih main sepeda, kedua kalinya mereka masih di luar, ketiga kalinya mereka mulai nyikat ubin pake sabun. Mereka sengaja menunjukkan ketidaktaatan. Akhirnya satu2 kena spank. Joey masih berargumentasi: kata mama aku harus main di luar lebih lama setelah screen time. Aku kan cuman nurutin mama aja... Good Joey! Dengan begini kamu bisa membenarkan pikiran-pikiran yg salah.
25 November
Saya mengajak Pup untuk mengerjakan handicraft dengan menggunakan kulit kerang. Saya ajak dia menatanya menjadi bentuk lingkaran, dan hasilnya wah, bagus. Memang kulit-kulit kerang ini sudah indah dan menampilkan kekreatifan Sang Pencipta. Tinggal dipoles sedikit saja, hasil kerajinan tangannya jadi bagus.
Sorenya anak-anak ketemu dengan teman-temannya di Komplek Semangka. Tadinya mau kubatalkan karena besoknya kami mau berkemah dan belum packing sama sekali. Tapi mengingat Gossie butuh sekali ketemu dengan teman perempuan sebayanya, kami pergi juga.
Malam itu anak-anak mulai menyiapkan baju-baju untuk dibawa camping.
26 November
Hari ini saya dilema, mau berangkat jam berapa utk berkemah. Ayah harus ke kampus untuk meeting sampai jam 2 siang. Gossie ada kelas mandarin dari jam 2-3 sore. Saya khawatir kalau kami berangkat jam 3, kami tidak akan bisa sampai tempat tujuan (Hutan Pinus Campervan) sebelum gelap. Saya coba secepatnya untuk finalisasi barang-barang yang dibawa. Oh ya, Gossie belum menyelesaikan homeschoolingnya kemarin. Arrgh, jadinya saya harus menyediakan waktu untuk Gossie. Akhirnya kami berangkat dari rumah jam 3. Saya jemput ayah di tempat kerja dan ayah belum selesai. Kami tunggu di mobil, ada 1 jam lebih. Awalnya saya sempat kesal dengan ayah tapi saya coba berpikir positif bahwa ayah sudah mencoba yang terbaik. Kalau saya marah-marah, mood gak enak, ayah juga jadi marah-marah. Akhirnya saya coba menikmati penantian itu dengan bermain bersama anak-anak dalam mobil. Saya kirimkan wa ke sang ayah supaya dia tidak usah khawatir dengan kami. Kami menikmati waktu di mobil. Akhirnya jam 5 kami mulai jalan ke Batu. Sampai di sana jam 7 an dan sudah gelap. Ayah dan saya harus mendirikan tenda di tengah keremangan. Anak-anak senang sekali, lari sana lari sini. Pup terpeleset beberapa kali karena tanahnya licin. Baru setelah layer pertama selesai dipasang, Joey kami libatkan untuk memasang tenda yang terluar. Anak-anak makan dan phew akhirnya mereka tidur.
27 November
Pagi kami sekeluarga sempat bersaat teduh bersama. Setelah makan pagi, Joey dan temannya berusaha membuat tangga dari paving supaya mudah melewati bagian yang naik/turun. Saya dan Ibu AI sedang menyiapkan makan siang. Para ayah sedang mengatur posisi mobil supaya mobil bapak AI bisa langsung keluar besok pagi karena mereka butuh pergi pagi-pagi sekali. Tetapi ternyata manuever di tanah berlumpur tidak semudah itu. Mobil bapak As sempat terperosok ke dalam tanah lumpur. Mobil saya sendiri tidak bisa naik. Akhirnya staf setempat membantu mendorong mobil-mobil kami. Satu hal yang kami belajar tentang mobil, bahwa mobil dengan penggerak di belakang lebih kuat mendorong dibanding menarik. Joey sangat antusias sekali dengan pengetahuan baru ini.
Saya dapat wa dari keluarga AD bahwa mobil mereka ada masalah. Saya beritahu anak-anak dan minta mereka doakan supaya mereka bisa sampai ke tempat perkemahan. Bersyukur mobil bisa diperbaiki dan sampailah mereka. Lalu tiba-tiba suasana jadi berkabut, hujan turun. Ayah segera meminta anak-anak masuk dalam tenda dan makan siang dalam tenda. Ayah dan saya terjebak di dapur umum karena hujan sudah deras. Setelah hujan sedikir mereda, kami segera masuk ke tenda. Anak-anak malah bermain hujan-hujanan dengan jas hujan mereka. Keluarga NC tiba. Joey mulai bercerita kepada kaum bapak tentang pengetahuan barunya tentang mobil dengan mesin penggerang belakang. Kadang yah, saya tuh berharap Joey bisa bercakap-cakap normal dengan teman-teman sebayanya karena yang dicari selalu yang lebih dewasa. Dia terlihat menikmati pembicaraan dengan orang dewasa dibanding dengan teman-temannya.
Malamnya kami bakar sosis, daging sapi slice, marsmallow, kukus dimsum dan jagung. Yummy! Bapak AI coba membuat api unggun, tapi gagal. Joey baru bilang kalau telinga kanannya sakit. Tidurnya pun gelisah karena itu. Karena itu saya dan ayah juga tidak bisa tidur.
Comments
Post a Comment